Sistem Tata Pamong

Sistem tata pamong STIKES Dian Husada Mojokerto dikelola oleh badan Hukum Penyelenggara yang bernama Yayasan Lembaga Pendidikan dan Pelayanan Kesehatan Mojokerto (YLP2KM) dengan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. C-1642.HT.01.02 TH 2006.
STIKES Dian Husada Mojokerto dipimpin Ketua dalam mewujudkan Visi, Misi, tujuan Sasaran. Sistem tata pamong di STIKES Dian Husada Mojokerto diatur dalam Statuta dan Peraturan Ketua tentang struktur organisasi. Keberhasilan strategi dalam sistem tata pamong di STIKES Dian Husada Mojokerto berjalan  berdasarkan pada lima pilar keberhasilan yaitu kredibel, transparan, akuntabel, bertanggugjawab, dan adil

Kredibel
Kredibilitas Institusi dalam tata pamong terbukti dalam STIKES Dian Husada Mojokerto dipercaya oleh institusi lain menyelenggarakan dan mengelola kegiatan di lingkungan eksternal. Kepercayaan dari PPNI Kabupaten Mojokerto yang ditunjuk sebagai  Ketua DPK (Dewan Pengurus Komisariat)  masa jabatan 2016-2021. Dipercaya oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto sebagai Ketua Panitia penyelenggara Hari Kesehatan Nasional (HKN)  Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto tahun 2016. Kepercayaan dari Dikti untuk melakukan penelitian dosen muda, serta program pengabdian masyarakat dalam bentuk ipteks bagi masyarakat (IbM). Dipercaya oleh RSUD Kabupaten Jombang sebagai Ketua Panitia Seminar Keperawatan dan Kebidanan “Komunikasi Efektif dengan Metode SBAR” di  RSUD Kabupaten Jombang Tahun 2014 . Dipercaya oleh RSUD Kabupaten Sidoarjo sebagai Ketua Panitia Seminar Keperawatan dan Kebidanan “Dokumentasi Keperawatan dan Kebidanan”di  RSUD Kabupaten Sidoarjo Tahun 2017. Dipercaya oleh SLB (Sekolah Luar Biasa) PGRI Purwoasri Kediri sebagai nara sumber kegiatan sarasehan Tahun 2016

Transparan
Pola kepemimpinan Ketua STIKES Dian Husada Mojokerto selalu mengedepankan proses transparansi dalam setiap agenda dan pelaksanaan kegiatan institusi dan yayasan. Pimpinan STIKES dalam melaksanakan tugas dan fungsinya mulai dari masukan, proses, maupun hasilnya member informasi secara terbuka kepada semua pihak yang membutuhkan. STIKES dalam membangun azas keterbukaan dilakukan dengan cara mendeseminasikan informasi kepada pihak yang berkepentingan, seperti Penerimaan Mahasiswa Baru, proses penerimaan dosen dan tenaga kependidikan yang diumumkan secara terbuka secara online atau website, laporan keuangan, pendistribusian laporan Ketua kepada pemangku kepentingan

Akuntabel
Dalam hal akuntabilitas, STIKES Dian Husada selalu mempertangungjawabkan sumber daya yang dikelolahnya kepada stakeholers (pemangku kepentingan), unsur akuntabilitas yang dilakukan oleh STIKES Dian Husada, seperti dalam menjamin pelaksanaan tercapainya rencana strategis agar sesuai dengan rencana operasional (tahunan), telah dibuat sistem monitoring dan evaluasi yang dilakukan secara intensif baik melalui jalur struktural, oleh pimpinan unit kerja, maupun Badan Penjaminan Mutu. Hasil dari pelaksanaan monitoring dan evaluasi dipublikasi secara terbuka. Untuk akuntabilitas masalah keuangan setiap tahun dilakukan audit keuangan oleh Yayasan (YLP2KM).

BertanggungJawab
Ketua  STIKES Dian Husada merupakan penanggung jawab setiap agenda dan pelaksanaan kegiatan di lingkungan akademik dan non akademik. Unsur tanggung jawab dalam sistem tata kelola di STIKES Dian Husada, dapat ditunjukkan melalui tanggung jawab dalam pelaksanaan tri darma perguruan tinggi, yang mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berlaku. Bentuk tanggung jawab juga dibuktikan dengan seluruh peraturan atau keputusan Unit Satuan Kerja tidak bertentangan dengan peraturan STIKES, selain itu bentuk tanggung jawab STIKES Dian Husada adalah adanya peningkatan aksesibilias pelayanan pendidikan bagi masyarakat. Ketua mengadakan rapat koordinasi yang diselenggarakan setiap 1 bulan sekali antara Ketua dengan dosen dan tenaga kependidikan. Ketua STIKES setiap enam bulan sekali melakukan laporan pertanggungjawaban terhadap Ketua YLP2KM

Adil
STIKES Dian Husada menempatkan kesetaraan, keadilan, dan menjamin pemenuhan hak bagi para stakeholers/pemangku kepentingan yang mengikuti peraturan-peraturan yang berlaku di Institusi. Contoh aplikasi prinsip keadilan di STIKES Dian Husada diantaranya :

  1. Bidang Kepegawaian : Proses pemilihan pimpinan, dan dilakukan secara transparan (terbuka); Penentuan studi lanjut bagi dosen dan tenaga kependidikan; Pemberian reward atas prestasi/ kinerja yang dicapai dosen dan tenaga kependidikan; penugasan dalam kegiatan ilmiah (seminar, pelatihan & workshop). Promosi kenaikan jabatan berdasarkan prestasi/ kinerja yang dicapai
  2. Bidang kemahasiswaan : penerimaan mahasiswa baru dilakukan prinsip keadilan tanpa membedakan suku, gender, latar belakang ekonomi, sosial dan politik. Setiap mahasiswa memiliki kesempatan yang sama untuk mengajukan beasiswa, pemberian penghargaan bagi mahasiswa yang berprestasi di bidang akademik dan non akademik.
  3. Bidang Akademik : semua dosen diberi kesempatan yang sama untuk mengembangkan kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat